Aside
JODOHKU

 

Cerpen Karya Nur Zahra Pe

 

Siang itu sangat cerah. Terlihat keramaian disebuah rumah. Ada yang menata ruang, merapikan meja, kursi , terlihat sangat indah. Bunga-bunga Krisan terpampang sangat cantik di setiap sudut ruangan. Wangi Melati menjadi aroma yang sangat khas diruang itu. Berbagai makanan lezat pun telah disajikan. Semua serba ada, indah, rapi, dan wangi.

Sepasang pengantin memperlihatkan rona bahagia pada bibir mereka saat menerima ucapan selamat dan doa dari sanak saudara dan para tamu yang datang. Disudut lain ada seorang gadis manis dengan kerudung putih yang membalut kepalanya, membawa minuman sambil terkagum-kagum melihat kecantikan sang pengantin . Namun tiba-tiba ..
“Uppst…. maaf .. maaf aku tidak sengaja” ucapnya.

 

 

 

Jodohku – Cerpen Cinta Islami

 

 

 

Betapa tidak.. dia baru saja menabrak pria yang tampan dan terlihat berwibawa dengan jas hitamnya yang dipadukan celana hitam polos dan beraroma wewangian eropa, dan gadis itu menumpahkan minumannya pada pria itu. Sepertinya dia pernah melihat lelaki itu namun dia lupa.
“tak apa-apa” lelaki itu menjawab dengan perangai yang sangat loyal,
“kenalkan .. namaku Dion, siapa namamu ? sepertinya aku pernah melihatmu ?” tambahnya,
“maaf aku tak ingat .. namaku Sandra” jawabnya.
Dia tertunduk malu saat menjawabnya. Sejujurnya dia kagum pada lelaki itu. Ada rasa penasaran yang tak terhingga. Sebenarnya siapa dia ? dimana rumahnya ? masih sekolahkah ? atau malah sudah bekerja ? perasaan ini sungguh mengguyahkan jiwanya.
Keriuhan perlahan menghilang. Tamu-tamu sudah mulai pulang. Sandra pun kembali kerumahnya melanjutkan kegiatan nya. Bersekolah dan mengajar mengaji di TPA.

Sore itu Sandra sedang berjalan akan pulang kerumah setelah mengajar di TPA, tiba-tiba ada seseorang memanggilnya.
“Sandra .. Sandra tunggu ..”

Sandra pun menoleh. “Assalamu’alaikum ilham..”
“Waalaikumsallam Sandra .. Sandra ada temanku yang ingin berbicara denganmu..”
“siapa ..?” tanyanya keheranan,
“mari ikut denganku..”
Sandra pun mengikuti sahabatku Ilham. mereka bersahabat sejak kecil. Dia adalah teman bermain dan bertukar ceritanya.

Subhanalloh !.. Sandra terkaget-kaget. Ternyata .. dia .. Dion.
“Assalamu’alaikum Sandra ?” Sapa Dion,
“waalaikumsalam .. ada apa Dion ?” ucap Sandra penuh tanya,
“singkat saja Sandra. Demi allah aku ingin melamarmu menjadi pendamping hidupku. Aku ingin menikahimu. Aku tlah bertanya perihalmu pada sahabatmu Ilham. Sejak pertemuan kita kemarin dipernikahan itu hatiku selalu teringat padamu. Aku tak ingin berbuat dosa dengan membayangkanmu setiap detik dan waktu. Aku takut azab Allah..”

Sandra terkejut dengan ucapan Dion. Tak pernah ia bayangkan dan harapkan kata-kata itu meluncur lancar dari bibir Dion. Semua seperti mimpi.
“Sandra .. Sandra .. Bagaimana pendapatmu .. ?” tanya Dion memecahkan lamunan Sandra tentangnya.
“aku .. a…a…aku masih bimbang dengan ucapanmu. Aku masih bersekolah..” tanya Sandra terbata-bata karna kebimbangan. Walau sebenarnya dihatinyapun ingin mengiyakan karena dihatinya ada debaran aneh sejak bertemu diacara pernikahan temannya beberapa hari silam.
“percayalah Sandra … aku tak ingin berbohong. Aku berucap sadar. Alloh menjadi saksi ucapanKu. Kita tidak pacaran Sandra. Aku pun akan menyelesaikan kuliahku. Yang penting kau iyakan dan ini janji kita. Setelah selesai sekolah kita langsung menikah..”

Termenung Sandra memikirkan ucapan Dion. Inilah jodohku ya Alloh ? tapi bagaimana aku tak percaya..
“baiklah Dion.. jika kita berjodoh pasti akan bertemu dipernikahan..” jawab Sandra dengan rona merah dipipi. Menatap dengan penuh sejuta pertanyaan. Benarkah apa yang dilakukannya ? Dionpun sesekali menatap Sandra dengan tatapa penuh misteri. Dua hati telah mengikat janji.

Waktu terus berlalu, hari demi hari pun terus berjalan. Kedua hati Dion dan Sandra saling bertaut meski tak pernah bertemu dan berbicara. Sesekali saling memberi kabar satu sama lain dengan mengirim surat melalui Ilham. Membuat Sandra semakin sering berkomunikasi dengan Ilham. Semua berjalan lancar apa adanya. Hingga suatu hari……..
“Assalamualaikum…”
“Waalaikumsalam..” jawab Sandra sambil membuka pintu rumahnya. Subhanalloh … lelaki yang selama ini mengisi hatinya berada di depan matanya. Dengan pakaiian yang lebih rapi, dwasa dan tampan.
“silahkan masuk..” kata Sandra.

Dion duduk bersama Ilham sahabat Sandra. Dalam hati Sandra bertanya-tanya
inikah takdir jodohku.. akan terjadi..?
“Sandra.. kedatanganku kesini ingin menyelesaikan perjanjian kita dulu. Aku sekarang sudah bekerja di SMA N 1 Yogyakarta sebagai guru matematika. Dan perjanjian kita dulu hanyalah perjanjian anak remaja yang polos. Masalah jodohku aku telah dijodohkan oleh orang tuaku. Aku tak ingin mengecewakan mereka yang telah bersusah payah membesarkanku dan menyekolahkanku. Aku ingin berbuat baik pada orang tauku.”
“maafkan aku Sandra..”

Bagai disambar petir, Sandra tersentak mendengarnya. Begitu ringan kata-kata itu keluar dari bibir Dion. Tanpa beban dan tanpa dosa. Tapi berhasil merobohkan harapan besar Sandra menjadi pengantin Dion. Harapan menjadi satu-satunya kekasih dihati Dion. Semua sirna, musnah, sedih, kesal, marah telah bercampur menjadi satu. Sandra bersusah payah menguatkan hatinya. Berusaha agar terlihat tegar dan tak meneteskan air matanya dihadapan Dion.
“Baiklah. Aku hargai keputusanmu, dulu kamu melamarkupun dengan kata-kata tanpa beban.. ringan dan lancar .. seperti ucapanmu hari ini. Akupun akan mengambil langkah sama jika harus memenuhi keinginan orang tuaku. Jadilah anak yang soleh yang berbakti pada orangtua.”

Kata itupun meluncur dari mulut sandra meski hatinya perih dan luka,
“terimakasih Sandra …. atas pengertianmu. Maaf atas kekhilafanku dulu. Aku pamit..”
“wasalamualaikum…”
“waalaikumsalam..” jawab Sandra.

Dion telah pulang bersama Ilham. Sandra masuk kamar … menangisi keadaan itu ..dan jodohnya. Tiba-tiba Sandra tersadar dan bangkit keluar kamar mengambil air wudhu. Sandra pun sholat hajat. Memohon ampun kepada Allah atas kekhilafannya.. mencintai Dion sepenuh hati.
“Ya alloh… Ya Robbi. Ampunailah aku yang mencintai Dion melebihi cintaku pada Mu…. jika dia bukan jodohku… mudahkanlah aku untu melupakannya. Berilah aku jodoh yang bisa membimbingku.. memahami mu dan menyayangiku.. Aammiiin…”
Tiba-tiba pintu rumah Sandra diketuk. Sandra pun bergegas membuka. Ternyata ada serombongan orang yang datang berkunjung.

Sandra memanggil orang tuanya dan tiba-tiba… apa yang didengar Sandra.
“Kami sekeluarga datang melamar Sandra untuk putra kami …. Rahman..”
Sandra ternganga.. tekjub. Secepat itukah doanya terkabul ? Apa yang terjadi. Sandra sangat kaget dan shock !!! ternyata tanpa bertanya persetujuanya, orangtua Sandra telah menerima lamaran dari orang tua pemuda itu..
Secepat itukah YA Alloh ? tanya Sandra dalam hati.
Tetapi Sandra telah belajar dari pengalamannya bersama Dion. Sandra tersadar bahwa dia mungkin boleh berencana namun Alloh lah yang menentukan.
Mungkin ini sudah jalan takdir jodoh untukku. Oh …. jodohku berakhir dinama Rahman.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s